Sudah merefleksikan apa saja hari ini?
Ada banyak persoalan global yang mestinya bisa kita renungkan
bersama. Persoalan vital yang masif dibicarakan adalah krisis iklim. Penyebab
terjadinya krisis iklim terdapat banyak faktor. Berdasarkan data dari The
United Nations Environment Programme (UNEP), krisis iklim terjadi akibat
perubahan iklim dan aktivitas manusia. Krisis iklim yang semakin memburuk akan
berpengaruh pada ekstremitas cuaca, seperti pemanasan global, kekeringan,
kebanjiran, badai angin dan lainnya.
Dalam mengatasi permasalahan krisis iklim, perlu adanya partisipasi
dari semua orang. Salah satunya adalah umat muslim. Agama Islam memiliki peran penting
dalam mengatasi krisis iklim yang semakin memprihatinkan.
Beberapa poin penting yang menunjukkan peran krusial Islam dalam
upaya menjaga kelestarian bumi sebagai berikut:
1)
Konsep
Khilafah dan Tanggung Jawab Umat Islam
Konsep ini berarti kepemimpinan dan
pemeliharaan. Umat Islam memiliki tanggung jawab untuk mengelola dan menjaga
bumi sebagai Amanah dari Allah SWT. Hal tersebut tercantum dalam Al-Quran Surat
Ar-Rum ayat 41, berbunyi “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut
disebabkan oleh perbuatan tangan manusia; Allah mengehndaki agar mereka
merasakan sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan
yang benar”.
2)
Ajaran
Islam tentang Penghematan dan Kelestarian Alam
Dalam Islam dianjurkan untuk
memiliki gaya hidup hemat dan ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan konsep
“takwa” berarti takut kepada Allah SWT dan menjalankan perintah-Nya.
3)
Praktik
Ramah Lingkungan dalam Islam
Islam mengajarkan berbagai praktik
yang ramah lingkungan, seperti daur
ulang, penghijauan, penggunaan energi terbarukan (energi matahari dan angin),
dan hemat air.
4)
Peran
Umat Islam dalam Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim
Umat Islam dapat berperan akttif dalam mitigasi dan adaptasi
perubahan iklim dengan mengubah gaya hidup, menyebarkan kesadaran,
berpartisipasi dalam aksi nyata, dan mendorong kebijakan yang ramah lingkungan.
Seperti membangun infrastruktur tahan bencana dan mengembangkan sistem
pertanian yang berkelanjutan.
